Kamis, 17 Mei 2012

Tokoh Berdasarkan Teori Humanistik Abraham Maslow

Abraham Maslow adalah teoretikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian.Ia juga seorang psikolog yang berasal dari Amerika dan menjadi seorang pelopor aliran psikologi humanistik. Ia terkenal dengan teorinya tentang hirarki kebutuhan manusia. 
Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kebutuhan fisiologis/ dasar
2. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
4. Kebutuhan untuk dihargai
5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri
Dalam hal ini saya akan membahas tokoh yang memiliki kesehatan mental yang baik berdasarkan teori humanistik. Tokoh tersebut dalah BJ Habibie. Saya mengagumi beliau karena beliau dapat mengaktualisasikan diri nya dengan baik dengan melalui tahap-tahap sebelumnya dan dikenal baik oleh banyak orang karena pernah menjabat sebagai Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7 dan prestasi-prestasinya yang membanggakan. Berikut akan saya jabarkan tahapan-tahapan yang dilalui BJ Habibie berdasarkan teori Maslow:
1. Kebutuhan fisiologis / dasar (basic needs)
Sebagai manusia biasa, Habibie juga memerlukan kebutuhan-kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis yang dapat terpenuhi yaitu seperti kebutuhan akan udara, makan, minum dan seksualitas. Kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan yang paling utama untuk dipenuhi. dan jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi maka beliau akan mencari tahap berikutnya yaitu kebutuhan akan rasa aman.
2. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram (safety needs)
Jenis kebutuhan yang kedua yaitu, kebutuhan akan rasa aman. Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya. Sebagai seorang yang penting pada saat itu, BJ Habibie berhak mendapatkan keamanan yang baik, beliau  memerlukan keamanan yang ekstra ketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan/ ancaman dari lingkungan sekitar.

3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi (belongingness and love needs)
Setelah kebutuhan pertama dan kedua telah terpenuhi, maka munculah kebutuhan yang ketiga yaitu kebutuhan akan dicintai dan disayangi. Pada tahun 1962, BJ Habibie menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari yang sangat setia mendampingi masa pemerintahannya. Dan hidup bahagia dengan dikaruniai 2 orang putra yang sangat menyayanginya. Ia juga memiliki hubungan yang baik dengan kerabat nya dan juga dicintai rakyat-rakyatnya karena sifatnya yang rendah hati.

4. Kebutuhan untuk dihargai ( esteem needs)
Ketika tiga kebutuhan diatas sudah cukup terpenuhi, maka akan munculah kebutuhan keempat yang merupakan kebutuhan penghargaan / kebutuhan untuk dihargai. Untuk mencapai apa yang ia citaka-citakan itu tidak mudah, harus melalui beberapa usaha yang cukup keras. Habibie pernah menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Selama menjadi mahasiswa, BJ Habibie sudah mulai bekerja untuk menghidupi keluarganya dan biaya studinya. Setelah itu, beliau Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik.  Setelah perjalanan yang cukup panjang, beliau menjabat sebagai wakil presiden RI. Pemikiran-pemikiran Habibie yang “high-tech”pada masa itu menarik perhatian Pak Harto yang pada waktu itu menjabat sebagai presiden RI. Bisa dikatakan bahwa Soeharto mengagumi pemikiran Habibie, sehingga pemikirannya dengan mudah disetujui pak Harto. Pak Harto pun setuju menganggarkan “dana ekstra” untuk mengembangkan ide Habibie. Dan akhirnya BJ Habibie pun diangkat menjadi seorang presiden RI pada tahun 1999.

5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri (self actualization)
 Masa kejayaan Bj Habibie pun tak berhenti dalam perannya sebagai presden RI saja. Ia berkembang terus dalam hidupnya maka untuk selanjutnya ia dapat meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization). Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan  indeks prestasi summa cum laude. Setelah lulus, BJ Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm  atau MBB Hamburg (1965-1969 sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang. Atas kinerja dan kebriliannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ). Dialah menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman. BJ Habibie dapat mengaktualisasikan dirinya dengan baik, karena Sebelum memasuki usia 40 tahun, karir Habibie sudah sangat cemerlang, terutama dalam desain dan konstruksi pesawat terbang. Habibie menjadi “permata” di negeri Jerman dan iapun mendapat “kedudukan terhormat”, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang Jerman. Tidak hanya itu, Habibie berhasil mengimplementasikan visinya yakni membawa Indonesia menjadi negara industri berteknologi tinggi dengan menciptakan sebuah pesawat terbang. Ia mendorong adanya lompatan dalam strategi pembangunan yakni melompat dari agraris langsung menuju negara industri maju.Visinya yang langsung membawa Indonesia menjadi negara Industri mendapat pertentangan dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri.Selain itu,Habibie merupakan presiden RI pertama yang menerima banyak penghargaan terutama di bidang IPTEK baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Jasa-jasanya dalam bidang teknologi pesawat terbang mengantarkan beliau mendapat gelar Doktor Kehormatan (Doctor of Honoris Causa) dari berbagaai Universitas terkemuka dunia, antara lain Cranfield Institute of Technology dan Chungbuk University. Dan dengan demikianlah ia telah sampai pada tahap yang terakhir tahap dimana beliau dapat mengaktualisasikan dirinya dengan baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar